Ekonomika Indonesia

How To Order This Book?
UPP STIM YKPN
Jl. Palagan Tentara Pelajar Km.7 Yogyakarta 55581
Telp./Faks. (0274) 889317, SMS Hotline: 08157988210
Email: upp_stimykpn@yahoo.com
Executive Summary
Buku ini mengupas bagaimana dinamika perekonomian Indonesia di tengah krisis global. Krisis ekonomi Asia 1997-1998 jauh berbeda dengan krisis keuangan global 2008. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca krisis Asia yang relatif rendah ternyata “belum berkualitas” karena tidak mampu menyerap tambahan angkatan kerja baru yang masuk ke pasar (jobless growth), hanya menguntungkan golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi, didorong oleh konsumsi (consumption-driven growth), dan bias ke kawasan Barat Indonesia. Akibatnya, perekonomian Indonesia amat rentan terhadap goncangan dari luar negeri, seperti gejolak harga minyak, krisis pangan, dan resesi global. Krisis keuangan global terbukti telah menggoyang pasar modal, kurs, dan ekspor Indonesia. Seberapa besar dampak krisis global, bagaimana respon kebijakan pemerintah dan bank sentral, perilaku kurs Rp/US$, policy mix antara kebijakan moneter-fiskal-sektoral-daerah, urgensi stimulan kebijakan, persiapan menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, menjaga ketahanan pangan dan energi, reformasi iklim investasi, menggerakkan sektor riil dan ekonomi rakyat (UMKM dan pasar tradisional) di tengah gempuran pemain global, meningkatkan daya saing daerah, mempercepat pembangunan daerah tertinggal, kinerja ekonomi presiden Megawati dan SBY-JK, merupakan isyu sentral yang dibahas dalam buku ini.
Buku ini didesain bagi dosen dan mahasiswa untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia di level S1 dan mata kuliah Lingkungan Bisnis (General Business Environment) di level S2/MM dan S1 jurusan manajemen. Buku ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi para Chief Executive Officer, praktisi bisnis, namun juga bagi birokrat, pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah, anggota DPR(D), investor, peneliti, politisi, dan praktisi lainnya yang berminat mempelajari Ekonomika Indonesia.
Materi utama buku ini berasal dari artikel dan makalah yang penulis selama lima tahun terakhir. Karena “dipaksa” menulis kolom dan artikel di harian Investor Daily, Kompas, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Kedaulatan Rakyat Bisnis Indonesia, Suara Pembaruan, Majalah Warta Ekonomi, dan Gatra hampir tiap minggu, tidak terasa sudah ratusan artikel dipublikasikan. Hampir tiap minggu tiada hari tanpa seminar, talk show, dan workshop, tanpa sadar sudah ratusan makalah dipresentasikan. Suatu hari, habis sholat subuh, terbetiklah ide untuk mengumpulkan artikel dan makalah tersebut dalam suatu buku. Kumpulan artikel dan makalah tersebut ternyata menunjukkan bagaimana dinamika ekonomi Indonesia dari krisis 1998 hingga krisis keuangan global 2008.
Komentar Tokoh
Buku ini dengan sangat baik mengulas isu-isu relevan perekonomian Indonesia baik yang bersifat struktural jangka panjang maupun yang kontemporer. Sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin ikut serta dalam percaturan mengenai ekonomi kita.
- Prof. Boediono, Ph.D
Wakil Presiden RI 2009-2014,
Guru Besar FEB UGM,
Gubernur Bank Indonesia ( April 2008-Mei 2009)
Buku ini telah menyajikan dengan lengkap analisa dan sintesis faktor-faktor lingkungan ekonomi yang mempengaruhi kinerja bisnis. Semuanya telah dibedah tuntas bagaimana Indonesia menghadapi krisis dengan sejumlah kebijakan dan reformasi dari pemerintah, lingkungan bisnis dan masyarakat. Termasuk di sektor UMKM, buku ini telah menuntun kita menganalisa perubahan dan tren terjadi dalam memberdayakan UMKM yang telah menjelma sebagai aktor utama perekonomian bangsa di masa krisis, hingga secara langsung kita dapat mengidentifikasi taktik apa yang dapat dilakukan dalam mengimplementasi strategi ekonomi kerakyatan ini dan menyadarkan semua elemen agar saatnya mencanangkan UMKM sebagai “sektor prioritas” bukan hanya di mulut, tetapi juga dalam perbuatan, bukan hanya jargon kampanye tetapi terimplementasi sebagai program konkrit dan terukur.
- Sandiago S. Uno
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi
Memahami perekonomian Indonesia yang memiliki dimensi kompleks-kaya sumberdaya alam, tapi rakyatnya miskin; banyak pemilik sedan Jaguar, tapi tidak sedikit yang menderita busung lapar; dan banyak lagi paradoks- tentu saja memerlukan acuan yang komprehensif. Buku Ekonomika Indonesia ini memotret kompleksitas tersebut secara komprehensif ekonomi Indonesia kontemporer, dengan dukungan data yang relatif up-to-date dan sistematika pembahasan yang mengalir. Beda sekali dengan textbook yang umumnya dijejali teori.
- Ahmad Djauhar
Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia
Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D telah menghasilkan sumbangsih pemikiran lewat sejumlah karya terbaiknya. Khusus pada buku ini, cakupan yang dibentangkan cukup luas, dan kesemuanya merupakan topik dari berbagai persoalan ekonomi Indonesia paling aktual. Terlebih saat ini ketika atmosphere pergantian pemimpin negara tengah berlangsung, maka tidak berlebihan kiranya bila buku ini dapat dijadikan rujukan untuk mensikapi berbagai persoalan ekonomi Indonesia guna menciptakan kebijakan yang tepat. Pembahasannya yang jelas dan gampang dicerna sangat membantu pembaca mendapatkan manfaat dari buku ini. Tidak hanya bagi para mahasiswa, tetapi juga bagi peminat umum dan masyarakat yang hendak mempelajari dan mendalami perkembangan ekonomi nasional terkini.
- Prof. Dr. Agus Suman, DEA
Guru besar Fakultas Ekonomi,
Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya
Membaca buku ini, terasa kita diajak untuk melihat “potret” ekonomi Indonesia, khususnya masa pemerintahan pasca presiden Suharto hingga pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono. Layaknya sebuah potret, cakupan buku ini cukup komprehansif sekaligus menggambarkan hampir semua problem yang dihadapi lingkungan ekonomi Indonesia, dari masalah-masalah yang berkaitan dengan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, persoalan-persoalan di sektor riil seperti kebijakan di sektor industri dan investasi, kebijakan otonomi daerah dan masalah distribusi pendapatan dan keadialan. Kelebihan buku ini adalah setiap pokok bahasan yang diangkat selalu dilengkapi dengan data pendukungnya sehingga pembaca akan mendapatkan pengetahuan yang lebih medalam mengenai perekonomian Indonesia. Kalaupun harus mengatakan “kekurangan” buku ini adalah pembaca dituntut untuk mempunyai pengetahuan dasar ilmu ekonomi terlebih dulu untuk memahami dengan lebih mendalam apa yang sesungguhnya tersirat dalam bahasan-bahasan yang diangkat dalam buku ini. Menurut saya, buku ini tepat sebagai referensi mengenai Politik Ekonomi Indonesia.
- Prof. Dr. FX. Sugiyanto
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro
Inilah buku paling komplit tentang perkembangan dan kondisi riil ekonomi Indonesia yang ditulis seorang ekonom. Isu ekonomi neolib dan ekonomi Pancasila yang masih samar-samar dan membingungkan publik pada kampanye pemilihan presiden 2009 diurai tuntas dalam buku ini. Wajib dibaca oleh para pemerhati dan pencinta Indonesia.
- Primus Dorimulu
Pemimpin redaksi Investor Daily
Daftar Isi
BAGIAN 1. PENDAHULUAN
1. DASAR ANALISIS LINGKUNGAN EKONOMI & BISNIS
1.1. DEFINISI LINGKUNGAN BISNIS
1.2. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS
1.3. CONTOH KASUS ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI ELEKTRONIKA
2. SISTEM EKONOMI INDONESIA: Quo Vadis?
2.1. SISTEM SOSIALISME: MENUJU FREE-MARKET SOCIALISM?
2.2. KAPITALISME DILANDA PRIVATISASI
2.3. SISTEM EKONOMI PANCASILA
2.4. QUO VADIS SISTEM EKONOMI INDONESIA?
3. SUDAHKAH KITA MERDEKA
3.1. NASIONALISME DALAM SEJARAH EKONOMI INDONESIA
3.2. KINERJA EKONOMI PASCAKRISIS
3.3. GROWTH WITH EQUITY?
3.4. REKOR PEMBANGUNAN MANUSIA
3.5. RANGKUMAN
BAGIAN 2. LINGKUNGAN MAKROEKONOMIKA
4. MENUJU PERTUMBUHAN BERKUALITAS
4.1. DIMENSI SEKTORAL
4.2. DIMENSI PENGELUARAN
4.3. DIMENSI SPASIAL
4.4. RANGKUMAN
5. PERILAKU KURS VALAS DAN KRISIS EKONOMI 1998
5.1. MENGKAJI ULANG KEAJAIBAN EKONOMI SETELAH KRISIS?
5.2. UJI EMPIRIS PERILAKU KURS Rp/US$
5.3. PERILAKU KURS HARIAN Rp/US$
5.4. RANGKUMAN
6. FLUKTUASI HARGA MINYAK DAN PENGARUHNYA BAGI EKONOMI INDONESIA
6.1. TREN HARGA DAN PASAR MINYAK DUNIA
6.2. PRODUKSI MINYAK INDONESIA
6.3. INDUSTRI MIGAS INDONESIA
6.4. DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK TERHADAP EKONOMI INDONESIA
6.5. RANGKUMAN
7. POLICY MIX DAN KOORDINASI KEBIJAKAN FISKAL & MONETER
7.1. PENTINGNYA KOORDINASI
7.2. KINERJA MAKRO EKONOMI INDONESIA PASCAKRISIS
7.3. MODEL LEADER-FOLLOWER
7.4. STIMULUS FISKAL
7.5. ARAH KEBIJAKAN MONETER
7.6. KESIMPULAN: PERLUNYA META POLICY MIX
8. SRI MULYANI: MENCENGANGKAN DENGAN TEROBOSAN PENTING
8.1. TEROBOSAN PENTING
8.2. PENERIMAAN PAJAK
8.3. PERBAIKAN IKLIM INVESTASI
8.4. KESIMPULAN
BAGIAN 3. RESESI DAN KRISIS KEUANGAN GLOBAL
9. KRISIS, RESESI, DAN GEJOLAK EKONOMI GLOBAL
9.1. ANATOMI KRISIS KEUANGAN GLOBAL
9.2. STRATEGI NEGARA MAJU MENGATASI KRISIS KEUANGAN GLOBAL
9.3. PROYEKSI PEREKONOMIAN DUNIA
9.4. DAMPAK RESESI GLOBAL TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
9.5. KESIMPULAN
10. KEAMANAN ENERGI & PANGAN
10.1. KETAHANAN ENERGI
10.2. KEBIJAKAN PANGAN
10.3. PENUTUP: ENERGY AND FOOD SECURITY
11. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015: Pemain ataukah Penonton?
11.1. BLUE PRINT AEC 2015
11.2. BATU SANDUNGAN
11.3. PELAKSANAAN KOMITMEN AEC OLEH PEMERINTAH
11.4. KOMITMEN & RATIFIKASI
12. URGENSI STIMULAN KEBIJAKAN DI TENGAH KRISIS GLOBAL
12.1. KRISIS 1998
12.2. KRISIS 2008
12.3. DAMPAK KRISIS KEUANGAN GLOBAL TERHADAP INDONESIA
12.4. RESPON KEBIJAKAN PEMERINTAH
12.5. USULAN STIMULAN KEBIJAKAN LEBIH LANJUT
12.6. MULUSKAH IMPLEMENTASI STIMULUS?
12.7. RANGKUMAN
BAGIAN 4. REFORMASI IKLIM INVESTASI
13. REFORMASI IKLIM INVESTASI
13.1. BURUKNYA IKLIM INVESTASI
13.2. REFORMASI MENDASAR
13.3. PAKET PERBAIKAN IKLIM INVESTASI DI ERA SBY
13.4. EVALUASI IMPLEMENTASI PAKET KEBIJAKAN
13.5. RANGKUMAN
14. AKHIR PACEKLIK INVESTASI
14.1. MASALAH MENDASAR INVESTASI INDONESIA
14.2. ARUS MODAL KE ASEAN
14.3. PMA DAN PMDN KE INDONESIA
14.4. RANGKUMAN
15. HABIS BBM TERBITLAH KRISIS LISTRIK
15.1. PENGHEMATAN LISTRIK
15.2. DAMPAK KENAIKAN TARIF LISTRIK BAGI SEKTOR INDUSTRI
15.3. INDUSTRI KETENAGALISTRIKAN
15.4. KONDISI SUPLAI LISTRIK NASIONAL
15.5. RANGKUMAN
16. MASALAH KETENAGAKERJAAN DAN QUO VADIS REVISI RUU KETENAGAKERJAAN?
16.1. MASALAH MENDASAR KETENAGAKERJAAN
16.2. PROBURUH VS PROPENGUSAHA
16.3. PENENTUAN UPAH MINIMUM
16.4. QUO VADIS?
BAGIAN 5. MENGGERAKKAN SEKTOR RIIL
17. INDUSTRI DI BAWAH BAYANG-BAYANG KRISIS JILID II
17.1. PERANAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR
17.2. MASALAH STRUKTURAL
17.3. ‘KISAH SEDIH’ INDUSTRI
17.4. SUNSET DAN SUNRISE INDUSTRI
17.5. URGENSI REFORMASI MENDASAR
18. REFORMASI KEBIJAKAN INDUSTRI DAN VISI 2030
18.1. ARAH KEBIJAKAN INDUSTRI NASIONAL
18.2. INDUSTRI INDONESIA DI PERSIMPANGAN JALAN
18.3. REFORMASI KEBIJAKAN INDUSTRI
18.4. PERBANDINGAN DENGAN NEGARA LAIN
18.5. RANGKUMAN
19. MENGEMBANGKAN EKONOMI KERAKYATAN DENGAN AKSELARASI SEKTOR RIIL DAN UMKM
19.1. MENGAPA UMKM PERLU DIKEMBANGKAN?
19.1.1. Profil dan Sebaran UMKM
19.1.2. Masalah Dasar UMKM
19.2. TUJUH TANTANGAN UKM DI TENGAH KRISIS
19.3. AYAT-AYAT KRISIS UMKM: STUDI KASUS DI YOGYAKARTA
19.4. PAKET KEBIJAKAN UMKM
19.5. AKSES MODAL DENGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
19.6. RANGKUMAN
20. PASAR MODERN DAN TRADISIONAL
20.1. INDUSTRI RITEL INDONESIA
20.2. PERSAINGAN USAHA PASAR MODERN & TRADISIONAL
20.3. STRATEGI PEMBERDAYAAN PASAR TRADISIONAL
BAGIAN 6. OTONOMI & MEMBANGUN DAERAH
21. OTONOMI DAN PEMBANGUNAN DAERAH
21.1. SEJARAH DESENTRALISASI INDONESIA
21.2. REFORMASI STRUKTUR PEMERINTAHAN
21.3. ASPEK SPASIAL DALAM PEMBANGUNAN INDONESIA
21.4. GEOGRAFI EKONOMI INDONESIA
21.5. PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAERAH
21.6. HUBUNGAN APBN DAN APBD
21.7. MASALAH DAN ISU SENTRAL DALAM IMPLEMENTASI OTDA
22. DAYA SAING DAERAH DAN REFORMASI REGIONAL GOVERNANCE
22.1. DAYA SAING DAERAH
22.2. TATA KELOLA DI ERA OTONOMI DAERAH
22.3. INOVASI PEMERINTAH DAERAH
22.4. PERLUNYA REFORMASI TATA KELOLA
23. PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DENGAN REVITALISASI STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN
23.1. BIG PUSH
23.2. KAPET DAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN KTI
23.3. KAWASAN PENGEMBANGAN STRATEGIS
23.4. STRATEGI PERCEPATAN DAERAH TERTINGGAL
23.5. RANGKUMAN
BAGIAN 7. PENUTUP
24. REFORMASI DI PERSIMPANGAN JALAN
24.1. MENGKAJI ULANG REFORMASI
24.2. DINAMIKA LINGKUNGAN BISNIS DI INDONESIA
24.3. MENUJU NEGARA DEMOKRATIS
24.4. BUKAN LAGI 10 NEGARA TERKORUP DI DUNIA
24.5. PENUTUP

